Renty Julianti Hutabarat
Kontributor
Pada peringatan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2018 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam orang di Istana Negara, Jakarta. Keenam orang itu, yakni :
- Abdurrahman Baswedan, tokoh dari Yogyakarta
- Pangeran Mohammad Noor, tokoh dari Kalimantan Selatan
- Agung Hajjah Andi Depu, tokoh dari Sulawesi Barat
- Depati Amir, tokoh dari Bangka Belitung
- Kasman Singodimejo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah
- KH Syam’un, tokoh dari Banten Penyerahan gelar Pahlawan Nasional masing-masing diterima oleh ahli waris.
Menurut UU No. 20 Tahun 2009 ;
“Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia”
Hari Pahlawan adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, dan diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia. Hari ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsa sendiri,” ungkapan Bung Karno tentang perjuangan pahlawan. Begitu besar arti pahlawan bagi bangsa kita, tanpa pengorbanan yang ikhlas dari mereka, belum tentu kita rasakan keamanan dan kenyamanan seperti sekarang ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanan nya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani. Kata kuncinya adalah menonjol karena berani berjuang dan memberi pengorbanan demi membela kebenaran. Menonjol karena membela kebenaran, inilah yang dilakukan oleh para pahlawan Republik Indonesia ini dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bebas dari penjajahan. Saya mengamati orang-orang disekitar saya yakni lingkungan mahasiswa. Memperhatikan bagaimana cerminan kalimat tersebut, saya memperhatikan apakah para mahasiswa dan aktivis kampus berteriak dengan lantang dan siap turun ke jalan pasang badan untuk membela kebenaran karena menganggap hukum di Indonesia adalah tumpul ke atas dan tajam ke bawah bisa disebut pahlawan? Ataukah para politikus yang mengatasnamakan wakil rakyat, sering terlihat berdebat dengan keras menuntut keadilan dan kesejahteraan rakyat katanya, juga bisa disebut pahlawan?
Pada zaman milenial ini, “Gelar” pahlawan bisa disandangkan kepada siapa saja yang sudah mempertahankan NKRI dengan berbagai cara dan bidang yang mereka kuasai. Seperti guru misal nya, yang disebut sebagai “Pahlawan tanpa tanda jasa” yang telah menyelamatkan bangsa dari kebodohan dan keterbelakangan. Atau kepada para TNI yang berjasa mengamankan negara kita dari ancaman luar maupun dalam negeri. Pada zaman sekarang di era milenial ini, siapakah yang dapat disebut sebagai pahlawan? Apakah hanya orang yang berbuat hal besar saja yang disebut pahlawan? Ataukah orang yang melakukan kegiatan kecil asalkan positif dan bermanfaat bagi masyarakat seperti berjuang menyadarkan masyarakat dilingkungan sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya sudah bisa disebut sebagai pahlawan masa kini? Sebenarnya hal yang sederhana untuk memaknai pahlawan masa kini tapi terkadang malah membuat kita bingung. Pahlawan masa kini jika kita lihat dari sekilas tentang pengertian diatas adalah mereka yang berani berjuang dan memberi pengorbanan demi membela kebenaran, tak jarang mereka memiliki memiliki mimpi besar untuk masa depan Indonesia meskipun yang dilakukan sekarang terlihat kecil dan sepele, tetapi asalkan memiliki dampak positif terhadap orang banyak mereka sudah bisa disebut sebagai pahlawan.
Pahlawan dalam pengertian zaman kini menjadi lebih luas, artinya siapa yang berjasa bagi bangsa maka ia adalah Pahlawan. Menurut saya ada satu kelompok sosial yang layak disebut “Pahlawan” atas jasa nya kepada bangsa, yaitu para generasi Milenial saat ini: Mahasiswa. Indonesia membutuhkan para pemuda sebagai pahlawan di era modern ini. Sering kita lihat di televisi memberitakan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di istana negara atau di depan kantor DPR. Jangan salah kira, mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa itu adalah suatu bakti yang dilakukan kepada masyarakat. Karena aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa itu tidak jarang berasal dari aspirasi masyarakat yang mereka temukan.
Mari mengulas kembali ingatan masa lalu kita pada masa krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Dimana puluhan ribu mahasiswa turun ke jalan menuntut pemerintah untuk memperbaiki ekonomi nasional. Kerusuhan terjadi dimana mana, yang paling terkenal kala itu adalah kematian 4 orang Mahasiswa universitas Trisakti yang meninggal ditembak oleh aparat keamanan. Kematian mahasiswa Trisakti itu menegaskan bahwa mahasiswa adalah garda terdepan untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat, bahkan mahasiswa pun mengorbankan nyawa demi bakti kepada bangsa.
Mahasiswa sejati nya adalah masa depan bangsa, maka jika mahasiswa nya berkualitas dan baik maka bisa dipastikan masa depan bangsa ini juga akan semakin baik. Didalam diri seorang mahasiswa itu tertanam sebuah tanggungjawab yang besar yang akan mereka pertanggung jawabkan kepada rakyat dan bangsa Indonesia, tanggung jawab itu adalah belajar. Perjuangan mahasiswa dalam perkuliahan itu merupakan salah satu bentuk jasa mereka terhadap Indonesia, walaupun tugas mahasiswa kelihatan sederhana, yaitu belajar. Namun tugas mahasiswa itulah yang akan menjadi pertaruhan masa depan bangsa ini.
Pesatnya pembangunan yang hanya terfokus di beberapa wilayah saja di Indonesia, ini memang fakta yang perlu kita akui. Kualitas pendidikan rakyat yang tidak merata menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah. Di beberapa daerah bahkan masih ada penduduk nya yang masih buta huruf dan kualitas pendidikan yang rendah. Nah disini lah peran mahasiswa menjadi begitu penting sebagai volunteer atau relawan untuk membangun Indonesia dari daerah, melakukan berbagai hal bermanfaat seperti datang ke daerah terpencil untuk membantu mengentaskan Buta Huruf, lalu juga ada mahasiswa yang melakukan bakti sosial membantu masyarakat untuk membangun dan memperbaiki kualitas hidup dan pendidikan orang di desa.
Setelah memahami makna pahlawan diatas, yang dilakukan pahlawan masa kini seperti mereka yang bersuara lantang dengan tujuan membela kepentingan rakyat, yang berjuang menegakkan kebenaran. Mereka yang bisa disebut sebagai pahlawan saat ini adalah mereka yang berbuat nyata, positif, dan dapat berdampak besar bagi banyak orang untuk hari ini dan masa mendatang.
Tahun ini pada tanggal sepuluh November 2018, kita memperingati Hari Pahlawan. Mari bersama-sama kita menjadi pahlawan masa kini, berbuat hal positif sebanyak-banyaknya sebagai wujud kita mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan mengusir kebodohan, kebencian, kemalasan, dengan memperjuangkan kepandaian, kedamaian, dan kepedulian terhadap keadaan masa kini dan masa depan generasi Indonesia yang lebih baik. Mari pahlawan-pahlawan masa kini, siapapun kalian dan hal positif apapun yang kalian lakukan, kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan bermartabat.
Selamat Hari Pahlawan.
Oleh : Renty Julianti Hutabarat - Manajemen 2016
mari berkomentar dengan bahasa yang baik dan sopan.