Selamat Malam Aku
Kembali aku menatap kamar yang tampaknya hangat. Tertangkap mata sebuah kasur yang sepertinya nyaman. Di sebelahnya ada lemari berwarna coklat keabu-abuan. Berjalan ku melangkahkan kaki ke arah kasur yang terlihat nyaman. Merebahkan badan yang sudah letih berlarian ke sana-sini menjalani aktivitas yang hari demi hari terus berputar seperti roda.
Kasur seolah berkata, ” ceritakan masalahmu! Lepaskan apa yang kau rasakan. Aku akan tetap disini, tempat berbagi.”. Kupejamkan mata lembut ini. Sejenak aku ingin mengucapkan syukur kepada Pencipta. Sejenak aku ingin menutup lembaran hari ini. Sejenak aku ingin mempersiapkan lembaran baruku di pagi hari nanti.
Bagiku, hari yang kujalani adalah lembaran-lembaran kertas yang diisi dengan coretan pena yang menari di atasnya. Aku akan menutup lembaran kertas yang penuh dengan aktivitasku sepanjang hari ini. Memperbaiki kesalahan yang terjadi hari ini. Menambah segala yang kurang yang telah aku lakukan. Memoles ketidakpastian aktivitas hari ini. Dan ingin kembali menyusun rencana baru di lembaran baru selanjutnya.
Ingat !!!
Kesusahan sehari cukuplah hanya sehari. Kesusahan esok biarlah terjadi dan berlalu seiring berjalannya waktu. Jangan lupa ucapkan terimakasih kepada diri sendiri yang telah berjuang menjalani aktivitas yang rumit ini.
Selamat Malam Aku…..
Mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain
Aku dari sudut kamar yang hangat 🙂
Narasi.pdf (unduh)