Temukan Semangat Baru Dalam Membuka Lembaran Baru
Seiring berjalannya waktu, Kegagalan dan patah hati serta kekecewaan kapan saja dapat menghampiri kita. Setiap kita pasti pernah mengalami kegagalan, dan tentunya setiap kita tidak menyukai kegagalan sehingga banyak orang tidak bisa menerima kenyataan disaat kegagalan itu terjadi. Banyak reaksi yang akan kita tunjukkan ketika seseorang sedang mengalami kegagalan, contohnya adalah putus asa dan stress ringan. Namun kita harus selalu ingat bahwa ketika mengalami kegagalan itu bukanlah akhir segalanya. Kita harus menanggapi kegagalan ini dengan pikiran yang positif bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal menuju kemenangan sebenarnya. Bicara tentang patah hati,
kita tentu saja pernah mengalami yang namanya patah hati. Patah hati adalah hal yang pernah dialami oleh sebagian besar manusia. Cerita tentang patah hati pun berbeda antar individu dengan lainnya. Terkadang rasa sakit hati yang membekas membuat kita enggan untuk menerima hati yang baru atau membuka lembaran baru, padahal dengan adanya patah hati kita harus mau belajar untuk dibentuk menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dari pada sebelumnya. Namun kebanyakan manusia menyalahartikan patah hati tersebut dengan berpikir bahwa sang pencipta itu tidak adil dalam memberikan sesuatu hal. Satu pertanyaan yang aku pikirkan, jikalau manusia yang menyakitimu, mengapa Tuhan yang kita jauhi? Padahal Tuhan sang pencipta yang tahu sedalamnya hati kita. Tetapi kebanyakan dari kita disaat patah hati atau merasa kecewa, kita banyak meninggalkan Tuhan kita, malah kita semakin jauh dan mencari kesenangan yang ada di dunia ini. Dan dengan rasa kecewa yang masih menyelimuti dalam diri kita, kita enggan membuka kembali lembaran baru dengan alasan takut hal yang sama akan terulang kembali. Mulailah perlahan membuka hati, jangan takut. Setidaknya berusahalah untuk bisa membuka lembaran baru dengan kisah dan harapan yang lebih baik.
Selesaikan masalah yang ada di dalam diri kita dan berdamailah dengan diri sendiri, kemudian maafkan orang yang dahulu pernah mengecewakan dan meninggalkan kita. Jangan menutup diri dengan orang lain, percayalah pasti ada orang yang bisa membuat kita jauh lebih bahagia sampai kita lupa kita pernah mengalami yang namanya kegagalan, patah hati, serta kekecewaan yang dulu. Nikmati saja prosesnya, semuanya akan indah pada waktunya. Dan tibalah saatnya kita harus siap melangkah ke depan tanpa memandang ke belakang. Kita siapkan hati kita untuk membuka lembaran baru, semangat baru, kemenangan, serta kebahagiaan yang akan menghampiri kita. Fokus pada masa sekarang dan ke depannya, karena yang lama sudah berlalu dan yang baru akan datang. Jatuh dahulu, patah dahulu, sakit dahulu, sedih sebentar lalu tumbuh dan mekar kuncup-kuncup kebahagiaan tersebut. Patah, tumbuh, hilang akan berganti. Jadi, jangan ragu untuk membuka lembaran baru. Semangat.
Narasi.pdf (unduh)