Pencapaian Dari Sebuah Proses

Ermy P.R. Simamora EP’16

Untuk membahas nilai pendidikan, terlebih dahulu kita harus paham apa arti dari nilai dan pendidikan itu sendiri. Nilai biasanya sering kita gunakan sebagai alat ukur banyak hal, misalnya nilai dari perbuatan baik atau tidak, nilai dari hasil pencapain, nilai harga dan masih banyak lagi. Nilai sendiri sebenarnya tidak memiliki ukuran yang pasti dalam menentukan sesuatu, hal ini dikarenakan standar dalam penilaian berbeda-beda. Contohnya, untuk pencapaian bisa dinilai dengan berhasil atau tidak, sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar dari tingkatan Taman Kanak-kanak sampai dengan perkuliahan dimana penilaiannya dengan diberi rentang mulai dari nilai 0-10, nilai 10-100, atau nilai A-F. Sedangkan pengertian dari pendidikan adalah proses atau tahap yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baik yang dilakukan secara otodidak maupun berkelompok dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (UU No. 2 Tahun 1985) serta upaya meningkatkan kualitas bangsa (Unesco).

Setelah kita memahami apa arti dari nilai dan pendidikan maka kita dapat melanjutkan untuk membahas apa itu nilai pendidikan. Nilai pendidikan adalah suatu landasan yang digunakan untuk membentuk manusia menjadi berkarakter dan akan didapatkan setelah melalui proses pendidikan itu sendiri. Nilai pendidikan ini tidak fokus kepada proses pendidikan yang hanya dilakukan di satu tempat dalam satu waktu, tetapi condong pada bagaimana nilai-nilai tersebut nantinya akan membentuk manusia yang berkarakter sebagai mahkluk individu, sosial, religius, moral, serta budaya.

Seperti yang kita tahu, bahwa sekolah adalah salah satu tempat paling umum dalam proses mendapatkan pendidikan dan biasanya dilakukan oleh guru dan dosen kepada siswa/i dan mahasiswa/i. Namun berkaca dari apa yang sudah saya sebutkan di alinea sebelumnya, bahwa nilai pendidikan tidak hanya difokuskan untuk diperoleh di satu tempat dan satu waktu saja. Nilai pendidikan bisa kita peroleh dari kegiatan sehari-hari kita semua, misalnya nilai religius, moral, dan budaya sudah ditanamkan sejak kita hadir di tengah-tengah keluarga. Dalam nilai religious, kita diajarkan bagaimana caranya untuk bersyukur, berdoa dan memiliki nilai ke-Tuhanan.

Dalam nilai moral kita diajarkan untuk mengetahui bagaimana untuk berbuat dan bersikap yang baik dan benar, serta mengetahui mana perbuatan dan sikap yang buruk jika dilakukan. Kemudian proses mendapatkan nilai pendidikan ini nantinya akan berkembang dan mulai didapatkan dari teman-teman di sekolah dan di perkuliahan, orang-orang di sekitaran rumah dan tempat tinggal, di dunia pekerjaan, di tempat-tempat ibadah dan masih banyak lagi.

Selain nilai religius dan nilai moral, di dalam nilai pendidikan kita juga diajarkan nilai budaya dan nilai sosial yang dimana hal ini bisa diperoleh setelah kita memasuki dunia di luar dari lingkungan keluarga kita. Dalam nilai budaya kita diajarkan bagaimana yang dianggap baik dan berharga oleh suatu kelompok masyarakat atau suku bangsa yang belum tentu baik juga oleh kelompok masyarakat atau suku bangsa lain. Dalam nilai sosial kita diajarkan bagaimana berperilaku sosial baik dalam cara berinteraksi dengan orang lain, menghadapi suatu peristiwa yang terjadi di sekitar kita, juga cara berpikir agar bisa terjalin hubungan sosial bermayarakat antar individu. Untuk nilai pendidikan ini, kita bisa mendapatkannya di sekolah atau dunia perkuliahan, dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan di lingkungan kita seperti gotong-royong dan kerja bakti, dari kegiatan-kegiatan organisasi, dan juga dari dunia pekerjaan.

Dari sini kita diharapkan untuk tidak memandang kaku terhadap nilai pendidikan. Pendikan tidak hanya membahas tentang belajar di kelas bersama guru dan dosen, mendapatkan nilai yang tinggi terus-menerus, dihantui oleh jadwal ini dan itu yang membuat anak terkekang. Tetapi mulai hari ini, mari kita semua berproses dan belajar bersama agar bisa mendapatkan nilai individu, religius, moral, sosial dan budaya dari proses pendidikan tersebut. Agar setiap sikap, perilaku, perbuatan serta pencapaian yang kita dapat di dalam proses mendapat pendidikan tidak melenceng dari nilai pendidikan itu sendiri. Bahkan yang lebih baik lagi kita bisa menjadi orang yang berhasil dalam bidang pendidikan, menjadi pribadi yang memiliki nilai religius, menjadi pribadi yang bermoral dan baik dalam bersosialisasi, dan yang terakhir tetap taat kepada peraturan budaya tanpa merendahkan budaya orang lain.

Opini.pdf (unduh)

0 0 vote
Article Rating